Tambang CV BKS di Kulonprogo Dimediasi, Ini Penjelasan Pemda DIY
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Basarnas mencari korban yang masih hilang di Sawah Laweh, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu (20/12/2025). ANTARA/Yusrizal.
Harianjogja.com, AGAM—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat 72 korban bencana hidrometeorologi akibat banjir bandang dan tanah longsor hingga kini masih belum ditemukan, sementara proses pencarian terus dilakukan.
“Sebanyak 72 orang korban belum ditemukan akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda daerah ini beberapa waktu lalu,” kata Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, di Lubuk Basung, Sabtu (20/12/2025).
Rahmat merinci, puluhan korban yang belum ditemukan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Kecamatan Malalak sebanyak tiga orang, Palembayan 66 orang, Lubuk Basung satu orang, dan Tanjung Raya dua orang.
Proses pencarian terhadap 72 korban tersebut masih terus berlangsung dengan melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan.
“Pencarian dilakukan menggunakan alat berat karena korban diduga tertimbun material banjir bandang,” katanya.
Ia menambahkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut tercatat sebanyak 192 orang. Korban meninggal dunia tersebar di Kecamatan Malalak 14 orang, Palembayan 138 orang, Matur satu orang, Tanjung Raya 10 orang, Palupuh satu orang, Ampek Nagari satu orang, serta 27 orang belum teridentifikasi.
Sementara itu, korban yang masih menjalani perawatan tercatat empat orang, jumlah pengungsi mencapai 4.081 orang, dan sebanyak 26 jiwa masih terisolasi.
“Mereka saat ini tinggal di pengungsian dan kebutuhan logistik telah didistribusikan,” katanya.
Bencana banjir bandang, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung yang melanda Kabupaten Agam pada akhir November 2025 juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan permukiman warga.
BPBD mencatat rumah rusak ringan sebanyak 367 unit, rusak sedang 287 unit, dan rusak berat 851 unit.
Selain itu, tercatat jalan rusak di 21 titik, jembatan rusak 28 titik, tempat ibadah rusak 27 unit, fasilitas pendidikan terdampak 114 unit, serta lahan pertanian terdampak seluas 2.044 hektare.
Bencana tersebut juga menyebabkan ternak mati sebanyak 5.481 ekor dan kerusakan infrastruktur pertanian di 156 unit.
“Saat ini terdapat lima kecamatan yang masih mengalami kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.
Pemerintah menyetujui sanksi pidana bagi pemilik kendaraan ODOL. RUU LLAJ juga mengatur korporasi dan pemilik barang sebagai subjek pidana.